Nada nada terangkai menjadi suatu melodi yang indah saat aku memasuki dunia itu untuk kesekian kali, tulisan-tulisan dari torehan hati dan fikirku begitu membuat aku sedar bahwa ada satu susuk manusia yang memiliki kepekaan dengan kehidupannya.
Keceriaan seorang manusia yang terbalut dengan romantisma melankoliknya, membuat hijaunya kehidupan tergambarkan dengan jelas dan menarik dalam dirinya. Hatinya terlalu hidup untuk seseorang yang merindukan kedamaian jiwa, dan semua tertulis dalam mata itu… terangkai menjadi suatu melodi yang menggetarkan hati lingkungan hampirnya.
kelmarin adalah hujan..hujan yang turut membasahkan hatiku menjadi tenang dan redup…sisi-sisi biru turut terpalit dipinggiran kocak akibat titisan hujan…hakikatnya aku masih insan yang bertuah diberikan peluang melalui jalan ini sekali lagi… sehembus kabus ribut yang tiba…aku mendongak melihat langit biru lagi….
Kalindamarita,
Tak sepasti musim dan waktu, rencana manusia kadang tak berjalan seperti harapan. Kita hanya bisa berkehendak dan berdoa. Selebihnya, Ia berkuasa di luar kita.
Tapi kamu tahu, sepasti musim dan waktu, aku mencintaimu. Selalu. Seperti matahari yang terus terbit mengawali hari dan terbenam demi malam, aku terus menemanimu. Sampai nanti, ketika ragaku tak lagi di dekatmu. Perasaanku padamu tak pernah berujung.
Jika aku boleh berharap,
Aku ingin terus berada di dekatmu, Kalin. Begitu banyak yang ingin kubagi denganmu. Terlalu banyak yang ingin kutunjukkan padamu.
Tapi kematian bukan pilihan.
Juga cinta.
Bagiku, keduanya adalah hidup.
Keduanya bukan pilihan.
Aku akan menjalaninya dengan ikhlas.
Kalaupun waktu tidak lagi bicara banyak, seluruh diriku akan terus mengatakannya kepadamu;
Bahwa aku
Selalu mencintaimu.
Lando.
…appLaud me when I run, consoLe me when I faLL, cheer me when I recover….